Pernah Terjerumus Perjudian, Dai Muda ini Bongkar Trik Bandar Agar Orang Kecanduan

Koh Dennis dalam acara sosialisasi bahaya judi online dan upaya pencegahannya yang diadakan oleh Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Sekretariat Negara di Aula Serbaguna Gedung 3, Kemensetneg, Rabu (10/7). Foto: Humas Kemensetneg
Koh Dennis dalam acara sosialisasi bahaya judi online dan upaya pencegahannya yang diadakan oleh Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Sekretariat Negara di Aula Serbaguna Gedung 3, Kemensetneg, Rabu (10/7). Foto: Humas Kemensetneg

Jakarta – Ustaz Dennis Lim atau Koh Dennis pernah terjerumus dalam perjudian. Karena itu, ia tahu bagaimana seseorang bisa kecanduan perbuatan yang dilarang agama tersebut.

Hal itu diungkapkan Koh Dennis ketika menjadi pembicara dalam sosialisasi bahaya judi online yang diadakan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Sekretariat Negara, Rabu, 10 Juli 2024.

Koh Dennis pun membongkar kecurangan para bandar judi sehingga orang tertarik untuk terus bermain. Menurutnya, kemenangan pemain judi merupakan trik yang telah dirancang para bandar judi.

“Sering kali, pemain judi tidak merasa dirinya telah kecanduan, sehingga kian merusak moral dan kehidupannya,” ujar dai muda ini, dikutip Jumat, 12 Juli 2024.

Di sisi lain, ia juga menjelaskan tentang konsep rezeki dan perasaan ingin memiliki harta lebih adalah wajar. Namun, kata Koh Dennis, jika sampai terjerumus judi online atau pinjaman online yang biasanya dilakukan bersamaan, berarti orang tersebut telah rusak akal dan mentalnya.

Padahal, kata Koh Dennis, setiap rezeki manusia telah ditanggung oleh Allah. Dan Allah tidak akan mematikan seseorang sebelum rezeki yang telah ditetapkan-Nya itu diterima oleh hamba-Nya.

“Sesederhana kalau ada orang yang mencuri, mungkin karena tidak cukup yakin kalau Allah SWT sudah menjamin rezeki orang. Saya, Bapak, Ibu, dilarang mati sebelum semua rezeki yang Allah SWT janjikan itu kita terima semua.”

Analis SDM Ahli Madya, Ahmad Idham sebagai Pelaksana harian Kepala Biro SDM mengatakan sosialisasi itu bertujuan mengisi kekuatan mental dan spiritual para pegawai agar memiliki kemampuan cukup dalam menghadapi tantangan bahaya judi online.

“Dengan diadakannya sosialisasi ini, para pejabat dan pegawai di lingkungan Kemensetneg kelak bisa melindungi diri, lingkungan pekerjaan, bahkan keluarga dari bahaya judi online, mengingat akses untuk melakukan perbuatan yang sangat merugikan tersebut sangat mudah.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy