Penyidik KPK Hampir Tangkap Harun Masiku, Gagal Lantaran TWK

Poster aksi memperingati 4 tahun harun masiku yang masih buron. Foto: Detik/Ari Saputra
Poster aksi memperingati 4 tahun harun masiku yang masih buron. Foto: Detik/Ari Saputra

Jakarta – Harun Masiku sebenarnya hampir ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2021 lalu. Namun, penangkapan bekas caleg PDIP itu urung dilakukan lantaran tes wawasan kebangsaan (TWK) yang dilakukan KPK sendiri.

Mantan penyidik KPK Praswad Nugraha mengungkapkan pada 2021 tim gabungan yang mengejar Harun sudah mengidentifikasi jejak buronan yang berstatus tersangka kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR periode 2019-2024 tersebut.

Dari informasi intelejen, kata Praswad, Harun berada di salah satu pulau di luar teritori Indonesia. Kala itu, Harun teridentifikasi sedang menyamar menjadi guru bahasa Inggris.

“Dia berada di suatu pulau dan menggunakan cover sebagai guru Bahasa Inggris. Cover tersebut digunakan, mengingat Harun Masiku memiliki latar kemampuan bahasa Inggris pada saat mendapatkan beasiswa untuk sekolah di Inggris,” tutur Praswad, Minggu, 16 Juni 2024.

Menurut Praswad, tim yang siap berangkat untuk menangkap Harun Masiku sudah mengonfirmasi ulang laporan intelijen itu. Setelah dirasa valid, penyidik meminta surat tugas kepada pimpinan KPK, karena operasi yang akan dilakukan berlokasi di luar wilayah Indonesia.

Namun, tiba-tiba dilakukan penonaktifan karyawan KPK yang gagal lolos TWK. “Pada saat setelah dilaporkan tersebut, tiba-tiba ada penonaktifan pegawai yang dinyatakan tidak lolos TWK, walaupun belum memasuki masa jangka waktu pemberlakuan UU KPK hasil revisi yang baru,” ungkap Praswad.

Hal itu, kata Praswad, yang memperkuat dugaan bahwa sebetulnya TWK dibentuk untuk menghentikan langkah penyidik yang sedang berjalan. “Yang salah satunya adalah kasus Harun Masiku,” sambungnya.

Praswad meyakini tidak ada pimpinan KPK yang mau menangkap Harun Masiku. Sebab, saat Harun Masiku hampir tertangkap, pimpinan KPK malah menerapkan penonaktifan pegawai KPK sesegera mungkin.

“Penangkapan Harun Masiku tidak lebih dari bahan bargain yang tidak akan kunjung direalisasikan.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy