Gaza – Pemukim ilegal Israel membakar Masjid Hajja Hamida di sebuah desa Palestina, Deir Istiya, dekat Salfit utara Tepi Barat, pada Kamis pagi, 13 November 2025.
Tak hanya itu, para pemukim zionis juga membakar Al-Qur’an yang terdapat di dalam masjid tersebut.
Foto-foto yang diambil di lokasi kejadian memperlihatkan slogan-slogan rasis anti-Palestina disemprotkan di dinding masjid.
Melansir Al Jazeera, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengecam kejadian itu dan menyebutnya sebagai kejahatan keji. Mereka menyoroti kebiadaban Israel dalam memperlakukan tempat-tempat suci umat Islam dan Kristen di wilayah Palestina yang diduduki.
Ulah pemukim Israel juga memicu kecaman internasional.
Sekjen PBB Antonio Guterres melalui juru bicaranya Stephane Dujarric mengatakan serangan terhadap tempat ibadah sama sekali tidak dapat diterima.
“Kami telah dan akan terus mengutuk serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat,” kata Dujarric kepada wartawan dalam sebuah pengarahan di markas besar PBB di New York.
“Israel, sebagai kekuatan pendudukan, memiliki tanggung jawab untuk melindungi penduduk sipil dan memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas serangan-serangan ini, termasuk serangan terhadap sebuah masjid dan penyemprotan cat dengan kata-kata kasar di masjid tersebut, dimintai pertanggungjawaban.”
Kementerian Luar Negeri Yordania juga mengutuk keras. Seorang juru bicara menggambarkan kekerasan tersebut sebagai perpanjangan dari kebijakan ekstremis dan retorika provokatif pemerintah Israel yang memicu kekerasan dan ekstremisme terhadap rakyat Palestina.
Jerman, yang menghadapi kritik karena membela Israel di tengah perang Gaza, juga menyerukan penghentian kekerasan pemukim.
“Insiden tersebut harus diselidiki secara menyeluruh dan mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban”.
Kementerian Luar Negeri Swiss juga menyatakan kekerasan itu dan perluasan permukiman ilegal yang berkelanjutan harus dihentikan.
Pekan lalu, pemukim Israel juga membakar sebuah rumah warga Palestina di desa Khirbet Abu Falah, dekat Ramallah.
“Saat api menyebar, keluarga tersebut segera dievakuasi sementara tetangga dan tim pertahanan sipil bergegas ke lokasi kejadian dan berhasil memadamkan api. Sang ibu mengalami patah tulang kaki saat melarikan diri dari para pemukim,” sebut Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA).
Selain serangan oleh para pemukim, kantor berita Wafa melaporkan dua anak Palestina meninggal dunia terkena tembakan tentara zionis ketika mereka melakukan serangan di kota Beit Ummar, dekat Hebron di Tepi Barat selatan, Kamis.
Kekerasan itu terjadi di tengah sejumlah serangan pemukim dan militer Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang memecahkan rekor sepanjang tahun ini.
Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA) menyebut setidaknya ada 167 serangan pemukim ilegal Israel terhadap warga Palestina sejak 1 Oktober.
Akibatnya, lebih dari 150 warga Palestina terluka dalam serangan tersebut, sementara lebih dari 5.700 pohon juga rusak.
Palestina telah mendesak para pemimpin dunia untuk tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi juga mengambil tindakan nyata terhadap Israel di tengah gelombang kekerasan di Tepi Barat dan Jalur Gaza, termasuk dengan mengakhiri transfer senjata ke militer Israel.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy