Lhokseumawe – Hingga akhir Februari 2026, Pemko Lhokseumawe belum merealisasikan paket pengadaan logistik pascabanjir bantuan Pemprov DKI Jakarta. Padahal, paket total pagu Rp500 juta itu sudah diumumkan dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) pada 8 Februari 2026.
Pemko Lhokseumawe juga belum mengeksekusi dana bantuan donatur yang masuk ke Rekening Posko Bencana Banjir Kota Lhokseumawe Rp452 juta.
Hal itu diketahui setelah Line1.News meng-update konfirmasi dengan Kepala Bagian Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Lhokseumawe, Muhammad Rahmat, Jumat sore, 27 Februari 2026.
“Bantuan dari Pemprov DKI masih dalam proses. Baru selesai input SIRUP. Karena harus mengikuti mekanisme PBJ [Pengadaan Barang/Jasa] reguler,” kata Rahmat via pesan singkat.
Rahmat mengatakan itu menjawab pertanyaan: Apakah sudah dilakukan pemilihan penyedia untuk paket pada Setda Lhokseumawe: Pengadaan Kebutuhan Logistik Darurat Pascabanjir Kota Lhokseumawe Bantuan Pemerintah DKI Jakarta, total pagu Rp500 juta? Jika sudah, apa nama perusahaan penyedia paket tersebut? Dan apakah penyedia tersebut sudah mulai merealisasikan pengadaan barang untuk kebutuhan balita korban bencana?
Baca juga: Inilah 6 OPD Lhokseumawe Penerima Dana Bantuan Penanganan Bencana, Terbanyak PUPR
Sebelumnya, saat dikonfirmasi pada Kamis, 19 Februari 2026, Rahmat mengatakan, “Bantuan Rp500 juta dari Pemprov DKI Jakarta. Bantuan [tersebut] masuk ke APBK dan belum dieksekusi karena dalam tahap mekanisme PBJ daerah. Dana sudah diatur peruntukannya dalam bentuk barang kebutuhan balita korban bencana”.
‘Belum Ada Arahan’
Line1.News juga mengirimkan pertanyaan kepada Rahmat, Jumat sore (27/2): Dari total bantuan keuangan yang masuk ke Rekening Posko Banjir Kota Lhokseumawe Rp452 juta, penggunaannya selain yang sudah direncanakan Rp20 juta untuk trauma healing, yang lain dialokasikan untuk kegiatan apa saja? Apakah mulai direalisasikan, atau belum?
“Untuk dana donatur di rekening posko, belum ada arahan spesifik,” ucap Rahmat.
Baca juga: Ini Kata Sekda Lhokseumawe Soal Pengadaan Logistik Darurat Pascabanjir Bantuan Pemprov DKI Jakarta
Sebelumnya, menjawab Line1.News pada Kamis (19/2), Rahmat mengatakan dana bantuan yang masuk ke Rekening Posko Bencana Rp452 juta.
“[Dari dana tersebut] Yang sudah direncanakan Rp20 juta untuk trauma healing. Yang lain [Rp432 juta] menunggu pertimbangan dinas teknis dan arahan pimpinan untuk digunakan bagi kegiatan yang berkenaan dengan bencana,” ujar Rahmat via pesan singkat.
Diketahui, Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar mengusung slogan atau motto: “Keurija Bagah (Kerja Cepat)”.
Baca juga: Cek Rincian Paket PUPR Lhokseumawe untuk Penanganan Bencana, SB: Ada yang Sudah Direalisasikan
Realisasi kegiatan bersumber dari dana bantuan berbagai pihak diterima Pemko Lhokseumawe terkait penanganan pascabencana, baru tampak “keurija bagah” terhadap paket-paket swakelola pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dari lebih 30 paket total pagu Rp7,5 miliar pada Dinas PUPR Lhokseumawe, di antaranya Rp2,5 M bersumber dari bantuan Pemprov DKI Jakarta, sebagian dikerjakan sejak minggu kedua Februari 2026, dan sisanya sedang berlangsung saat ini.
Hal itu berdasarkan keterangan Kadis PUPR Said Bachtiar dibuktikan dengan foto-foto pekerjaan di lapangan, dan juga informasi dihimpun hingga pantauan Line1.News dalam sepekan terakhir.
Lihat pula: Mantan Jadi Plt Kabag ULP Lhokseumawe, Ini Kata Sekda Soal Proyek Belum Ditender.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy