Tajir Melintir! Bukan Kadis PUPR, Ini Sosok Pejabat Terkaya Pemko Lhokseumawe yang Dilantik Sayuti

LHKPN Kepala DPMPTSP dan Naker Lhokseumawe Safriadi
Tangkapan layar laman LHKPN KPK menampilkan data total harta kekayaan Safriadi, Kepala DPMPTSP dan Naker Lhokseumawe awal menjabat. Foto: Line1.News

Lhokseumawe – Tabir harta kekayaan para pejabat eselon II yang dilantik oleh Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar pada 1 September 2025, akhirnya tersingkap. Berdasarkan penelusuran Line1.News di laman LHKPN KPK, predikat “pejabat terkaya” ternyata bukan disandang oleh Kepala Dinas PUPR yang kerap dianggap instansi “basah”, melainkan jatuh kepada Kepala DPMPTSP & Naker.

Safriadi, yang menakhodai Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP & Naker), mencatatkan harta kekayaan mencapai Rp8.692.264.215 (Rp8,69 miliar).

Angka ini terpaut jauh dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Said Bachtiar, yang berada di posisi kedua dengan total kekayaan Rp4.678.560.423.

Dominasi Tiga Besar

Di posisi ketiga, menyusul Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah (DSIPD), Sufri, dengan harta kekayaan senilai Rp3,6 miliar. Sementara itu, di jajaran menengah terdapat nama Cut Elya Safitri (Kadis DKPPP) dengan Rp2,5 miliar dan Yuswardi (Kadis P&K) yang mencatatkan harta Rp2 miliar.

Baca juga: Segini Harta Kekayaan A Haris Plt Sekda Lhokseumawe, Tak Punya Mobil Pribadi

Menariknya, posisi buncit dalam daftar 11 pejabat yang sudah terdata di elhkpn.kpk.go.id ditempati oleh Sekda Lhokseumawe, A. Haris. Mantan Staf Ahli ini tercatat memiliki harta “paling minimalis” sebesar Rp302 juta, tidak berubah dari laporannya di tahun 2024.

Satu Nama Masih “Misteri”

Namun, ada satu nama yang datanya belum terperbarui secara lengkap di sistem: Inspektur Kota Lhokseumawe, Husnul Fikar. Hingga saat ini, data yang muncul masih berstatus Auditor Muda tahun 2017 dengan kekayaan Rp199 juta.

Baca juga: Harta Kekayaan Para Kepala OPD Dilantik Sayuti, Ada yang Belum Lengkap LHKPN

Saat dikonfirmasi Line1.News via telepon pada Senin, 19 Januari 2026 lalu, Husnul mengaku saat itu ada kendala teknis saat mengedit data aset tanahnya di aplikasi KPK.

“Data LHKPN saya sekarang sedang proses pembetulan, karena kemarin itu data tanah yang punya lama saat saya edit tidak bisa di-save,” ujar Husnul ketika itu. Ia mengklaim harta kekayaannya saat ini berada di angka Rp400 jutaan seiring kenaikan nilai tanah dan bangunan.

Berikut daftar kekayaan pejabat Lhokseumawe, dikutip Line1.News pada Rabu, 1 April 2026, dari laman LHKPN KPK:

1. Safriadi (DPMPTSP & Naker): Rp8,69 M
2. Said Bachtiar (PUPR): Rp4,67 M
3. Sufri (DSIPD): Rp3,64 M
4. Cut Elya Safitri (DKPPP): Rp2,59 M
5. Yuswardi (P&K): Rp2,00 M
6. Reza Mahnur (Bappeda): Rp1,83 M
7. Taruna Putra Satya (Kominfosa): Rp1,22 M
8. Ashabul Jamil (Satpol PP & WH): Rp870 Juta
9. Teguh Heriyanto (BPKD): Rp864 Juta
10. Rudi Hidayat (Dishub): Rp629 Juta
11. A. Haris (Sekda): Rp302 Juta.

Kepala BKPSDM Lhokseumawe, M. Irsyadi, menjawab Line1.News, Kamis pagi, 2 April 2026, menegaskan bahwa seluruh pejabat pada prinsipnya telah melaporkan harta kekayaannya. “Inspektur [Husnul Fikar] sudah menyampaikan laporan LHKPN-nya,” ucap Irsyadi melalui pesan singkat.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy