Selamat Jalan Sang Patriot: Nyak Sandang, Donatur Pesawat Pertama RI Asal Aceh, Berpulang ke Rahmatullah

Presiden Prabowo anugerahkan Bintang Jasa kepada Nyak Sandang
Momen Prabowo berlutut saat menganugerahkan Bintang Jasa Utama untuk Nyak Sandang, penyumbang pembelian pesawat pertama RI. Upacara penganugerahan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin, 25 Agustus 2025, sebagai bentuk penghargaan negara atas pengorbanan besar Nyak Sandang dalam sejarah perjuangan bangsa. Foto: Dokumen/Istimewa

Aceh Jaya, Line1.NewsInnalillahi wa innailaihi raji’un. Kabar duka menyelimuti Tanah Rencong. Salah satu putra terbaik bangsa, Teungku Nyak Sandang Bin Lamudin, menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa, 7 April 2026. Sang patriot meninggal dunia di kediamannya, Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya.

Berita berpulangnya sosok sepuh yang dikenal bersahaja ini dibenarkan oleh sang cucu, Ataillah. Ia menyebut kakeknya tidak mengeluhkan sakit apa pun sebelum berpulang.

“Iya, benar, beliau meninggal dunia pada jam 12.00 WIB di rumahnya,” ujar Ataillah saat dikonfirmasi.

Kepergian Nyak Sandang meninggalkan duka mendalam. Ia bukan sekadar tokoh masyarakat, melainkan simbol ketulusan cinta rakyat Aceh terhadap kedaulatan Indonesia.

Jejak Pengabdian: Menjual Harta demi Sayap Indonesia

Nama Nyak Sandang abadi dalam lembaran sejarah republik. Saat usianya baru 23 tahun, ia bersama masyarakat Aceh lainnya menunjukkan nasionalisme tanpa pamrih. Nyak Sandang rela menjual tanah dan emas pribadinya untuk disumbangkan kepada negara demi membeli pesawat Seulawah RI-001.

Berkat kegigihan dan kedermawanannya, Indonesia memiliki pesawat pertama yang menjadi cikal bakal maskapai Garuda Indonesia. Atas jasa besarnya tersebut, pada 25 Agustus 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto telah menyematkan anugerah Bintang Jasa Utama kepadanya di Istana Negara.

Kini, sosok yang dulu membantu Indonesia “terbang” itu telah berpulang ke Rahmatullah. Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya, tempat ia menghabiskan hari-hari tuanya dengan sederhana di Gampong Lhuet.

Selamat jalan, Teungku Nyak Sandang. Jasamu akan selalu mengangkasa bersama kibaran bendera merah putih.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy