Mesir Bakal Tindak Tegas Agen Haji Setelah 658 Jemaah Meninggal di Tanah Suci

Semprotan air untuk membantu jemaah haji menghadapi cuaca panas ekstrem di Arafah. Foto: AP
Semprotan air untuk membantu jemaah haji menghadapi cuaca panas ekstrem di Arafah, 2024. Foto: AP

Kairo – Selama musim haji 2024, tercatat 1.126 jemaah meninggal dunia di Tanah Suci. Data ini dihimpun dari pernyataan resmi negara-negara dan laporan diplomat yang terlibat dalam urusan haji. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya, atau 658 orang, merupakan jemaah haji asal Mesir.

Pemerintah Mesir berencana mengambil tindakan tegas terkait tingginya angka kematian ini. Mereka menuding agen perjalanan haji melakukan kesalahan hingga menyebabkan banyak jemaah meninggal dunia.

Mesir telah mengumumkan rencana penuntutan terhadap 16 agen perjalanan haji dan akan mencabut izin mereka. Pemerintah menilai tingginya angka kematian ini disebabkan oleh agen perjalanan yang melanggar aturan dengan mengirimkan jemaah tidak terdaftar.

Untuk melaksanakan ibadah haji, jemaah harus memiliki izin resmi dari Arab Saudi. Arab Saudi sendiri menerapkan sistem kuota untuk setiap negara karena keterbatasan tempat pelaksanaan ibadah setiap tahunnya. Namun, beberapa agen perjalanan diketahui mengirim jemaah ke Arab Saudi dengan visa kunjungan pribadi, bukan visa haji resmi. Visa semacam itu tidak mengizinkan pemegangnya masuk ke Makkah dari jalur resmi.

Pemerintah Mesir mengatakan para jemaah haji ilegal tersebut akhirnya berjalan kaki melewati padang pasir menuju Makkah demi menghindari penangkapan oleh pihak berwenang Saudi. Jika tertangkap tanpa visa yang benar, jemaah bakal dihukum atau dideportasi.

Jemaah haji yang tidak terdaftar itu juga tidak mendapatkan manfaat dari fasilitas yang ditawarkan oleh pemerintah Saudi untuk meringankan kesulitan beberapa ibadah, yang sebagian besar dilakukan di luar ruangan di tengah panas terik musim panas Saudi.

Pihak berwenang Mesir juga menuding agen-agen perjalanan tersebut tidak menyediakan akomodasi yang sesuai bagi para jemaah yang mereka kirim. Hal ini menyebabkan kelelahan para jemaah karena suhu yang tinggi. Sebanyak 31 kematian di antara jemaah haji Mesir yang terdaftar disebabkan oleh penyakit kronis.

Menteri Luar Negeri Mesir, Sameh Shoukry, mengatakan sebagian besar dari mereka yang meninggal adalah jemaah haji yang tidak terdaftar. “Agen perjalanan yang memfasilitasi perjalanan mereka tidak menawarkan layanan apa pun kepada mereka,” ujarnya.

Perdana Menteri Mesir telah memerintahkan pencabutan izin perusahaan-perusahaan tersebut. “Manajer mereka dirujuk ke jaksa penuntut umum dan pengenaan denda untuk memberi manfaat bagi keluarga jamaah yang meninggal karena mereka.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy