Moskow – Israel berencana memasok sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat (AS) ke Ukraina. Hal ini berdampak pada hubungan antara Israel dan Rusia.
Perwakilan Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vasily Nebenzya mengatakan akan ada konsekuensi terhadap hal tersebut. Nebenzya memperingatkan ini saat Rusia memangku jabatan presiden bergilir Dewan Keamanan PBB.
“Saya yakin ini tentu saja dapat menimbulkan konsekuensi politik tertentu,” kata diplomat Rusia itu, Jumat dikutip Sabtu, 6 Juli 2024.
“Senjata-senjata itu, siapa pun yang mengirimnya… ke Ukraina, pada akhirnya akan dihancurkan, seperti senjata-senjata Barat dan AS lainnya. Itu jelas,” tambahnya.
Pekan lalu, Financial Times juga melaporkan hal yang sama, mengutip orang-orang yang mengetahui negosiasi tersebut. Dilaporkan bahwa AS, Israel, dan Ukraina tengah berdiskusi untuk mengirimkan delapan sistem pertahanan udara Patriot Israel lama ke Kyiv.
Situasi ini pun membuat kekuatan militer antara Rusia dan Israel menjadi sorotan. Lalu bagaimana perbandingan kekuatan militer keduanya?
Urutan Kekuatan dan Jumlah Tentara
GlobalFirePower (GFP) menempatkan Rusia di urutan kedua, jauh di atas Israel yang menduduki peringkat ke-17 dari 145 negara.
Jumlah tentara Rusia lebih banyak. Moskow memiliki 1,32 juta personel aktif, 2 juta tentara cadangan, dan 250.000 unit paramiliter. Sedangkan Israel hanya memiliki 170.000 tentara aktif, 465.000 tentara cadangan, dan 35.000 pasukan paramiliter.
Anggaran Pertahanan
Rusia memiliki anggaran pertahanan US$109 miliar atau sekitar Rp1.774 triliun. Sedangkan Israel hanya memiliki US$24,4 miliar atau sekitar Rp397 triliun.
Senjata
Rusia memiliki 14.777 tank, 161.382 kendaraan lapis baja, 6.208 self-propelled artillery, 8.356 towed artillery, dan 3.065 mobile rocket projectors untuk militer angkatan darat.
Di laut, Rusia memiliki 1 kapal induk, 65 kapal selam, 14 kapal penghancur, 12 fregat, 83 korvet, dan 122 kapal patroli. Sementara di udara, Rusia punya 809 jet tempur, 730 pesawat penyerang, 453 pesawat angkut, 552 pesawat latih, 145 pesawat misi khusus, 1.547 helikopter, dan 559 helikopter penyerang.
Sementara Israel memiliki 1.370 tank, 43.407 kendaraan lapis baja, 650 self-propelled artillery, 300 towed artillery, serta 150 mobile rocket projectors. Di laut, Israel punya 45 kapal patroli, 7 korvet, serta 5 kapal selam, sementara di udara, Tel Aviv punya 48 helikopter penyerang, 146 helikopter, 23 pesawat misi khusus, 155 pesawat latih, 12 pesawat angkut, 39 pesawat penyerang, dan 241 jet tempur.
Terkait kepemilikan hulu ledak nuklir, data Statista per Januari 2024 menunjukkan Rusia memiliki 5.580 hulu ledak nuklir, menggungguli Israel yang “hanya” memiliki 90 hulu ledak nuklir.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy