Ketika Rasulullah Diganggu Jin dengan Bara Api

Ilustrasi. Foto: detik.com
Ilustrasi. Foto: detik.com

Jin merupakan salah satu makhluk Allah SWT yang tinggal di muka bumi. Layaknya manusia, ada jin yang baik perangainya, ada juga yang buruk.

Nabi Muhammad SAW pernah diganggu oleh jin. Kala itu, Nabi yang sedang salat tiba-tiba melafalkan kalimat ta’awwudz–a’udzubillah–sehingga para sahabat keheranan. Sebab, baru kali itu di tengah-tengah salat Nabi mengucapkan kalimat tersebut.

Tak hanya itu, setelah ta’awwudz, Rasulullah mengucapkan kalimat “Al’anuka bila’natillah” yang artinya, “Aku melaknatmu dengan laknat Allah” sebanyak tiga kali, seraya membentangkan kedua tangannya.

Setelah Nabi menyelesaikan salatnya, para sahabat bertanya apa gerangan yang terjadi barusan. Rasulullah pun menjawab jika ia telah diganggu oleh Iblis (salah satu golongan jin) yang berusaha meletakkan bara api di hadapan dirinya.

Cerita itu diabadikan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Darda’: “Sesungguhnya musuh Allah SWT, Iblis datang membawa bara api dan dia hendak melemparkannya ke wajahku. Dengan demikian aku berkata, A’udzubillahi minka, tiga kali. Lalu aku lanjutkan dengan, al’anuka bila’natillahi tammah. Belum selesai tiga kali ucapan, aku ingin menangkapnya. Demi Allah, seandainya bukan karena doa saudara kita, Nabi Sulaiman, niscaya akan aku ikat ia, sehingga jadi mainan anak-anak penduduk Madinah.” (Hadis Riwayat Muslim nomor 542).

Di kesempatan lain, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat juga pernah digoda oleh Iblis. Suatu ketika, pada suatu majelis, Iblis menyamar sebagai laki-laki berpenampilan buruk kemudian bertanya beberapa hal kepada Nabi.

Kisah ini dicatat dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dari Ibnu Umar: “Dari Ibnu Umar, ia berkata, suatu ketika kami para sahabat duduk bersama Nabi, datang seorang laki-laki yang wajahnya jelek, bajunya dekil, badannya bau dan kurus kering. Tidak ada seorang pun yang mengenalinya. Setelah itu, ia duduk di hadapan Rasulullah.

Laki-laki itu bertanya, “Siapa yang menciptakanmu?” Rasulullah menjawab, “Allah.” Lalu bertanya lagi, “Siapa yang menciptakan langit?” Rasulullah menjawab, “Allah.” Kemudian bertanya lagi, “Siapa yang menciptakan bumi?” Rasulullah menjawab, “Allah.” Terakhir, ia bertanya, “Siapa yang menciptakan Allah?” Rasulullah menjawab, “Maha Suci Allah” seraya memegang kening dan menundukkan kepalanya. Setelah itu, laki-laki tersebut berdiri lalu pergi.

Lalu Rasulullah mengangkat kepalanya dan berkata, “Aku telah diuji dengan seseorang tadi”. Setelah itu, kami para sahabat mencari laki-laki tersebut, tetapi tidak ketemu. Rasul berkata, “Laki-laki itu adalah Iblis. Ia datang untuk membuat kalian ragu atas agama kalian.”

Demikianlah kisah Nabi Muhammad SAW yang diganggu oleh jin. Hikmah yang dapat diambil adalah, siapa saja tak akan terlepas dari gangguan jin dan golongan mereka. Sekelas Nabi Muhammad saja tetap digoda, apalagi manusia biasa. Oleh karena itu, salah satu jalan untuk terhindar dari segala macam tipu daya mereka adalah harus senantiasa berlindung kepada Allah SWT. Wallahu a’lam bisshawab.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy