Lhokseumawe – Jabatan Direksi PT Pembangunan Lhokseumawe atau PTPL (Perseroda) periode 2025-2030 sudah berjalan sembilan bulan setelah mereka resmi dilantik oleh Wali Kota Sayuti Abubakar pada 30 Juni 2025 lalu. Begitu pula masa jabatan Dewan Komisaris PTPL periode 2025-2029.
Dewan Komisaris PTPL periode 2025-2029 ialah Doktor Muammar Khaddafi sebagai Komisaris Utama (Komut); Andi Isnanda dan Sulaiman masing-masing sebagai Anggota Komisaris.
Adapun Direksi PTPL periode 2025–2030 yaitu Habibillah sebagai Direktur Utama (Dirut); Junaidi Direktur Umum dan Keuangan; serta Muntazar Direktur Pengembangan Usaha.
Baca juga: Wali Kota Sayuti tak Mau PTPL hanya Papan Nama, Harus Ciptakan Lapangan Kerja
Lantas, apakah Direksi dan Komisaris PTPL tersebut sudah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN?
Penelusuran Line1.News, Kamis, 2 April 2026, pada elhkpn.kpk.go.id, belum muncul data LHKPN Habibillah sebagai Dirut PTPL dan Muammar Khaddafi selaku Komut Perseroda itu.
Line1.News mengirimkan sejumlah pertanyaan via pesan Whatsapp, Kamis (2/4), pukul 15.42 waktu Aceh kepada Habibillah. Salah satunya: Apakah Habibillah sebagai Dirut PTPL periode 2025-2030 sudah menyampaikan LHKPN? Hingga pukul 18.00, dia belum merespons.
Baca juga: Tajir Melintir! Bukan Kadis PUPR, Ini Sosok Pejabat Terkaya Pemko Lhokseumawe yang Dilantik Sayuti
Pertanyaan juga dikirimkan kepada Muammar Khaddafi pada pukul 16.54: Apakah ia sebagai Komut PTPL periode 2025-2029 sudah menyampaikan LHKPN? Jika sudah, pada bulan berapa disampaikan LHPKN? Apakah bisa disebutkan berapa total harta kekayaannya?
Hanya berselang beberapa menit, Muammar Khaddafi langsung merespons. “Untuk data kekayaan telah terkirim semua dan saat ini sedang diverifikasi oleh pihak LHKPN, ya, yang hasilnya akan diberi tahu beberapa hari ke depan,” ujarnya.
“Maaf, untuk total harta kita tunggu verifikasi dari [pihak yang memverifikasi] LHPKN,” tambah Muammar Khaddafi.
Apakah Komut mengetahui: LHKPN Direksi (Dirut dan dua direktur) PTPL juga sedang tahap verifikasi? “Semuanya lagi nunggu hasil verifikasi karena hampir bersamaan kami melakukan pengisiannya,” ucap Muammar Khaddafi, bersikap terbuka.
Lihat pula: LMAN Kemenkeu Anggarkan Rp11,9 Miliar untuk Renovasi RS Arun Lhokseumawe Tahun Ini.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy