Tapaktuan – Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS menjadi sorotan publik setelah pergi umrah bersama istri ketika wilayah yang dipimpinnya dilanda banjir bandang. Dia mengaku ke Tanah Suci merupakan hajat sebelum Pilkada 2024.
“Umrohnya saya ada hajat sebelum Pilkada. Kalau terpilih saya berangkat umrah,” kata Mirwan, dilansir Republika, Sabtu, 6 Desember 2025.
Mirwan mengklaim telah berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) sebelum berangkat umrah. “Sejak dilantik pada Februari 2025, saya selesaikan tugas kerja, faktor defisit dan efisiensi. Karena sudah akhir nazar saya berangkat umroh. Karena kondisi pemkab sudah terkoordinir dengan SKPK,” ujarnya.
Dia menjelaskan berangkat umrah karena sudah mengurus pendaftaran sebelum banjir bandang. Bahkan, Mirwan menyebut sudah menunda pergi ke Tanah Suci lalu berangkat setelah menyalurkan bantuan.
“Saya berangkat umrah sudah mengurus (sejak) 20 November dan berangkat rencananya 29 November. Karena musibah banjir di 27 November, [keberangkatan umrah] saya pending dari 27 November sampai 1 Desember malam. Tanggal 2 Desember saya dari pagi salurkan bantuan dan kunjungan. Air sudah surut kemudian warga sebagian besar sudah balik ke rumah masing-masing. Jam 1 pagi 2 Desember saya langsung ke bandara berangkat umrah jam 13.00,” tutur Mirwan.
Politikus Partai Gerindra ini menyebut keputusannya ke Tanah Suci karena Aceh Selatan sudah kondusif pascabanjir bandang. “Saya anggap sudah kondusif, sebab Aceh Selatan banjirnya tidak ada menelah korban (jiwa),” kata dia.
Dia juga menjawab soal alasannya “lempar handuk” terkait bencana. “Cuma saya dipolitisir terkait surat tidak mampu untuk handle terkait seluruh titik banjir. Karena kondisi daerah lagi defisit hingga Rp184 M masa Pj. Bupati,” ucap Mirwan.
Dicopot Sebagai Ketua DPC Gerindra
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra mencopot Mirwan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Aceh Selatan.
“Kami memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan,” ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Sugiono dalam keterangan, Jumat (5/12).
Sugiono menjelaskan pemberhentian Mirwan dari struktur Partai Gerindra dilakukan setelah DPP Gerindra mendapatkan laporan mengenai Bupati Aceh Selatan tersebut. “Tadi, saya dilaporkan mengenai Bupati Aceh Selatan yang juga merupakan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Aceh Selatan. Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan,” katanya.
Namun, Sugiono tak merinci, terhitung mulai kapan pemberhentian tersebut.
Baca juga: Mualem Bakal Tegur Bupati Aceh Selatan yang Umrah di Tengah Bencana
Sebelumnya, terjadi banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Setelah itu, Mirwan selaku Bupati Aceh Selatan menyatakan tidak sanggup untuk menangani bencana yang terjadi di wilayahnya.
Namun, pada 2 Desember 2025, Mirwan bersama istri memutuskan berangkat umrah dan menuai kritikan, sebab wilayahnya masih terdampak bencana tersebut.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, Jumat, 5 Desember 2025, menyatakan tidak pernah mengeluarkan izin kepada Mirwan untuk melaksanakan umrah pada masa tanggap darurat di wilayah itu.
Penjelasan Plt Sekda
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan mengklarifikasi informasi terkait keberangkatan Bupati Aceh Selatan, Mirwan bersama istri melaksanakan ibadah umrah pada saat masyarakat di kabupaten itu dilanda bencana.
Pelaksana Tugas Sekda Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, Jumat (5/12), mengatakan keberangkatan bupati bersama istri ke Tanah Suci setelah berjibaku di lapangan guna memastikan setiap penanganan terhadap korban bencana.
“Keberangkatan bupati beserta istri dilakukan setelah melihat situasi Aceh Selatan secara umum yang sudah stabil dan korban bencana tertangani dengan baik,” kata Diva.
Diva mengatakan bupati bersama istri melaksanakan ibadah umrah sejak Selasa (2/12). Keberangkatan kepala daerah tersebut setelah menyalurkan bantuan kepada korban bencana di Trumon Raya.
Diva membantah narasi yang menyebutkan Bupati Mirwan meninggalkan masyarakatnya saat bencana masih berlangsung.
“Narasi tersebut tidak benar, korban bencana yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Ini bukti soliditas semua pihak dalam penanganan banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Selatan,” katanya.
Menurut dia, tudingan Bupati Aceh Selatan Mirwan MS meninggalkan masyarakatnya saat bencana, sama sekali tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta lapangan.
“Fakta di lapangan Bupati Aceh Selatan beserta istri dan pihak terkait terus memantau keadaan serta menyalurkan bantuan di lapangan sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya.
Terkait pejabat bertanggung jawab saat Bupati Aceh Selatan melaksanakan ibadah umrah dalam penanganan bencana, Diva mengatakan dia dibantu Wakil Bupati Aceh Selatan.
“Pemkab Aceh Selatan memastikan penanganan korban bencana di kabupaten tersebut dilakukan dengan semaksimal mungkin. Kini masyarakat yang sebelumnya mengungsi, sudah kembali ke rumah masing-masing,” ucap Diva.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy