Jakarta – Sudah cek harga emas hari ini? Jika biasanya emas bikin kantong bolong karena harganya terus melambung, April 2026 ini menjadi titik balik yang menarik. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa emas perhiasan menjadi penyumbang deflasi terdalam pada Maret 2026 setelah mencatatkan rekor kenaikan konsisten selama 2,5 tahun terakhir.
Penurunan harga ini jangan dianggap remeh. Menurut Bank Mega Syariah, fenomena fluktuasi ini justru menjadi momentum emas bagi masyarakat untuk melakukan strategi “serok bawah” atau yang dikenal di dunia investasi sebagai strategi Buy The Dip.
Apa Itu Strategi Buy The Dip?
Secara sederhana, buy the dip adalah langkah membeli aset justru saat harganya sedang mengalami penurunan sementara. Tujuannya? Tentu saja untuk mengoptimalkan potensi keuntungan di masa depan saat harga kembali naik.
“Strategi buy the dip dapat menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan peluang di tengah volatilitas harga, khususnya bagi nasabah yang memiliki tujuan keuangan jangka panjang seperti perencanaan ibadah haji, pendidikan, maupun penguatan portofolio investasi,” ungkap Benadicto Alvonzo Ferary, Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Sabtu, 4 April 2026.
Emas: Benteng Aset yang Tetap Tangguh
Meski harganya naik-turun dipengaruhi inflasi dan geopolitik global, sejarah membuktikan emas tetap menjadi instrumen investasi yang paling stabil dalam jangka panjang. Benadicto menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik dengan fluktuasi jangka pendek, melainkan melihat potensi pertumbuhannya di masa depan.
Kondisi harga yang sedang “bersahabat” saat ini dinilai sebagai waktu yang sangat tepat untuk mulai menabung atau menambah kepemilikan emas.
Solusi Mudah Memiliki Emas
Memahami keinginan masyarakat, Bank Mega Syariah menghadirkan produk Flexi Gold. Ini adalah solusi pembiayaan yang memudahkan siapa saja untuk memiliki emas secara terjangkau tanpa harus menunggu tabungan menumpuk.
Flexi Gold menggunakan akad murabahah dan rahn yang sesuai prinsip syariah. Pilihan logam mulianya pun beragam, mulai dari 5 gram hingga 100 gram. Skema yang transparan ini diharapkan bisa membantu masyarakat mengakses investasi yang aman dan bernilai tinggi.
Minat Masyarakat Melonjak Tajam
Strategi “serok bawah” ini tampaknya sudah mulai dijalankan oleh banyak orang. Buktinya, produk Flexi Gold mencatatkan kinerja positif sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026.
Hingga Maret 2026, penyaluran Flexi Gold tumbuh pesat lebih dari 85 persen dibandingkan posisi Desember 2025. Dari sisi volume, jumlah emas yang dibiayai telah mencapai lebih dari 1.400 gram, meningkat 35 persen hanya dalam waktu singkat.
Secara keseluruhan, pembiayaan konsumer di Bank Mega Syariah juga ikut terkerek naik lebih dari 20 persen secara tahunan (year-on-year). Hal ini menunjukkan bahwa di tengah dinamika ekonomi, kesadaran masyarakat untuk mengamankan aset melalui emas justru semakin kuat.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy