Dua Dekade Tsunami Aceh, Ratusan Pelajar Ikut Simulasi Mitigasi Bencana

simulasi gempa tsunami
Siswa mengikuti simulasi gempa dan tsunami di Escape Building Gampong Lambung, Banda Aceh, Sabtu (21/12/2024). Foto: Antara

Banda Aceh – Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Banda Aceh mengikuti simulasi menghadapi gempa bumi dan tsunami. Simulasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan para siswa dalam merespons bencana alam tersebut, digelar di Gedung Penyelamatan atau Escape Building Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Sabtu, 21 Desember 2024.

Simulasi dimulai saat para siswa berada di dalam kelas. Tiba-tiga terjadi gempa berkekuatan lebih dari 7,5 Skala Richer. Mereka kemudian meninggalkan kelas dengan tertib.

Namun, beberapa siswa tampak terluka lalu dibawa dan berkumpul di lapangan terbuka dekat sekolah. Siswa terluka diobati oleh rekan dan guru mereka.

Selanjutnya, mereka menerima pengumuman bakal terjadi tsunami dalam beberapa menit ke depan. Pelajar yang berkumpul di lapangan terbuka tersebut bergerak menuju gedung penyelamatan yang jaraknya beberapa ratus meter dari sekolah mereka.

Simulasi tersebut digelar atas kerja sama Pemerintah Kota Banda Aceh dengan Badan Kerja Sama Internasional Jepang atau Japan International Cooperation Agency (JICA), dan warga.

Ketua Panitia Pelaksana Simulasi Gempa dan Tsunami Nurul Bariq mengatakan kegiatan itu melibatkan 150-an pelajar dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekola menengah atas di sekitar gedung penyelamatan di Gampong Lambung.

Gedung tersebut terdiri dari lima lantai. Dibangun pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh-Nias untuk penyelamatan bencana tsunami di masa depan. Escape building itu disebut mampu bertahan dari guncangan gempa hingga 10 Skala Richter.

“Simulasi ini untuk meningkatkan pemahaman pelajar terhadap bencana alam gempa dan tsunami. Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati 20 tahun gempa dan tsunami Aceh,” ujar Nurul dilansir dari Antara.

Selain itu, kata dia, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap fungsi gedung penyelamatan yang dibangun di gampong tersebut.

“Kami berharap para peserta dapat belajar dari kegiatan tersebut, sehingga mereka memahami apa yang dilakukan jika terjadi bencana. Apalagi mereka generasi yang lahir setelah bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy