Strategi ‘Ar Rahman Kue Aceh’ Lawan Zaman: Sulap Dodol Jadi Kemasan Mini yang Instagramable

Foto dodol mini aneka rasa kemasan premium produk Ar Rahman Kue Aceh Besar.
Tampilan premium Dodol Mini aneka rasa (Ubi Ungu, Pandan, Nenas, Durian) produksi Ar Rahman Kue Aceh yang siap manjakan lidah generasi milenial. Foto via MC Aceh Besar

Jantho – Di tengah gempuran camilan modern, pelaku ekonomi kreatif di Aceh Besar melakukan terobosan berani. Arif Setia Rahman, pemilik usaha Ar Rahman Kue Aceh, sukses menyulap dodol tradisional menjadi produk kekinian yang praktis, berwarna-warni, dan sangat Instagramable.

Melalui sentuhan kreativitas di Gampong Empee Trieng, Kecamatan Darul Kamal, dodol yang biasanya identik dengan porsi besar kini hadir dalam bentuk mini (bite-sized). Tak hanya bentuknya, tampilannya pun kian cantik dengan aneka warna dari varian rasa original, durian, nenas, pandan, hingga ubi ungu.

Arif mengaku inovasi ini merupakan strategi agar kuliner warisan indatu tidak tergilas zaman. “Untuk mendorong agar anak muda dan milenial tetap suka dodol, kita ciptakan inovasi model kecil dan varian rasa dengan harga terjangkau. Silakan dicoba, pasti lagi dan lagi,” ungkap Arif optimis, dilansir laman Pemkab Aceh Besar, Minggu, 29 Maret 2026.

Inovasi ini mendapat apresiasi langsung dari Camat Darul Kamal, Husaini. Sebagai penggemar dodol, ia menilai kemasan sekali makan ini sangat cocok dengan gaya hidup praktis anak muda zaman sekarang.

“Anak-anak milenial bisa suka karena disajikan dengan kemasan kekinian. Saya sangat merekomendasikan produk Ar Rahman Kue Aceh ini sebagai oleh-oleh unggulan kita,” tutur Husaini.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus mendorong pelaku UMKM lainnya untuk mengikuti jejak Arif. Inovasi kuliner seperti ini diharapkan tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi produk lokal di pasar yang lebih luas.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy