Didominasi Gas Propana-Butana, Impor Aceh Turun di Awal 2026

ilustrasi impor ekspor
Ilustrasi impor. Foto: Andy Li/Unsplash

Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Aceh pada Januari 2026 sebesar 29,73 juta dolar Amera Serikat (USD). Angka ini mengalami penurunan signifikan sebesar 44,08 persen dibandingkan Desember 2025, dan turun 60,80 persen dibandingkan Januari 2025.

“Nilai impor Aceh pada Januari 2026 sebesar 29,73 juta USD. Angka ini turun 44,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan turun 60,80 persen dibandingkan Januari tahun sebelumnya,” kata Kepala BPS Aceh, Agus Andria, Senin, 2 Maret 2026.

Agus menuturkan impor terbesar pada Januari 2026 berasal dari negara Amerika Serikat dengan nilai 24,19 juta USD. Komoditas utama yang diimpor berupa gas propana dan butana.

Peringkat kedua negara asal impor adalah Tiongkok sebesar 2,78 juta USD, didominasi komoditas pupuk, terutama mesin dan pesawat mekanik.

Posisi ketiga berasal dari negara Italia senilai 2,76 juta USD. Adapun komoditasnya juga sama berupa mesin atau pesawat mekanik.

Baca juga: BPS: Nilai Ekspor Aceh Januari 2026 Turun, Batubara Masih Dominan

Agus menyampaikan secara keseluruhan komoditas terbesar yang diimpor adalah gas propana/butana senilai 24,19 juta USD atau setara 81,39 persen dari total impor.

“Komoditas impor terbesar berikutnya adalah pupuk dan mesin/pesawat mekanik,” jelas Agus.

Dengan nilai impor yang lebih kecil dibandingkan nilai ekspor di periode yang sama, neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar 17,86 juta USD.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy