Jamal Syarif, pemeran Ishak saat beradegan dalam "Noeh". Foto: Aceh Bergerak
Banda Aceh — Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh Bersama Yayasan Aceh Bergerak akan menggelar pemutaran film perdana atau gala premiere “Noeh”. Film bergenre dokumenter drama tersebut akan diputar di halaman Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh pada Jumat malam, 13 Februari 2026, pukul 20.30 waktu Aceh.
“Noeh” disutradarai Davi Abdullah, sineas Aceh yang telah lama berkarya dan dikenal melalui berbagai genre film dengan pendekatan sosial dan kemanusiaan.
“Noeh” diadaptasi dari kisah nyata praktik pemasungan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang masih terjadi di Aceh. Kisahnya berfokus pada tokoh Ishak, ODGJ yang dianggap meresahkan hingga akhirnya ditangkap dan hendak dipasung oleh warga kampung.
Hasanah, adik kandung Ishak, berusaha keras memohon dan mencari cara agar abangnya tidak dipasung. Upaya tersebut membawanya bertemu Zulfan, gurunya, yang datang untuk menolong.
Namun niat baik itu justru berujung pada kaburnya Ishak, memicu kemarahan warga dan memperlihatkan kompleksitas stigma, ketakutan, serta minimnya pemahaman masyarakat terhadap ODGJ.
Ishak sendiri diperankan oleh Jamal Syarif, aktor film dan teater asal Aceh. Sebelum “Noeh”, Jamal telah berperan dalam sejumlah film lainnya.
Direktur RSJ Aceh Hanif dalam keterangannya menyampaikan “Noeh” menjadi bagian penting dari upaya menghapus stigma terhadap ODGJ dan memperkuat Gerakan Aceh Bebas Pasung.
Proses syuting Noeh. Foto: Aceh Bergerak
“Isu kesehatan jiwa masih menjadi tantangan serius, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Aceh. Banyak ODGJ yang mengalami diskriminasi, pengucilan, bahkan pemasungan yang jelas melanggar hak asasi manusia. Melalui film ini, kami berharap masyarakat dapat melihat ODGJ sebagai manusia yang berhak mendapatkan perawatan dan dukungan,” ujarnya dikutip Kamis, 12 Februari 2026.
Hingga 2025, kata Hanif, 10 kabupaten kota di Aceh telah menjalankan program penjemputan dan pelepasan pasung ODGJ untuk dirawat di RSJ Aceh. Secara keseluruhan, ada lebih dari 100 kasus pelepasan pasung yang ditangani RSJ Aceh, terbanyak di Aceh Utara 32 kasus.
Manajer Program Yayasan Aceh Bergerak Ismatul Rahmi mengatakan “Noeh” merupakan karya seni sekaligus media advokasi.
Aceh Bergerak, kata dia, mengambil peran mendukung upaya RSJ Aceh mengeliminasi pasung dengan merencanakan roadshow pemutaran “Noeh” ke berbagai kabupaten kota di Aceh.
Roadshow ditargetkan berlangsung sepanjang 2026, sejalan dengan komitmen mendorong eliminasi pasung di Aceh melalui peningkatan kesadaran kolektif, empati sosial, serta penguatan dukungan masyarakat terhadap ODGJ dan keluarganya.
“Dan melalui roadshow pemutaran film ini bisa menumbuhkan kesadaran masyarakt untuk mengubah stigma negatif terhadap penderita ODGJ di Aceh,” ujar Rahmi.
ODGJ, kata dia, berhak hidup bermartabat, bebas dari stigma dan kekerasan.
“Jangan lupa datang dan saksikan Gala Premiere Film Noeh, terbuka dan gratis untuk umum.”[]
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy