Maret 2026: Aceh Mengalami Inflasi 0,04 Persen, Ini Penyumbangnya

Plh Kepala BPS Aceh Tasdik Ilhamudin
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin. Foto: Humas BPS Aceh

Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Aceh mengalami inflasi secara bulanan (month-to-month) sebesar 0,04 persen pada Maret 2026 dibanding bulan lalu.

“Pada Maret 2026, BPS mencatat Aceh mengalami inflasi atau kenaikan harga secara month-to-month sebesar 0,04 persen dibandingkan dengan Februari 2026,” kata Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, dalam konferensi pers daring, Rabu, 1 April 2026.

Tasdik menjelaskan angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,96 pada Februari menjadi 114,01 pada Maret 2026.

Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar adalah penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,68 persen dan memberikan andil sebesar 0,08 persen terhadap inflasi.

Tasdik menuturkan terdapat beberapa komoditas yang memengaruhi inflasi bulanan, yaitu udang basah, nasi dengan lauk, telur ayam ras, bensin, dan ikan tongkol.

Sementara itu, terdapat komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan yakni, tomat, ikan bandeng atau ikan bolu, cabai merah, emas perhiasan, dan baju muslim wanita.

Baca juga: BPS: Aceh Deflasi 0,24 Persen pada Februari 2026, Inflasi Tahunan Capai 6,94 Persen

Secara bulanan, kata Tasdik, semua daerah mengalami inflasi kecuali Kabupaten Aceh Tengah yang mengalami deflasi sebesar 0,56 persen. Adapun inflasi tertinggi berada di Aceh Tamiang sebesar 0,46 persen.

Tasdik menyampaikan bahwa secara tahunan atau year-on-year Aceh mengalami inflasi sebesar 5,31 persen. Angka ini menunjukkan harga barang dan jasa naik secara umum rata-rata sebesar 5,31 dibandingkan Maret tahun sebelumnya.

“Secara tahunan (y-on-y) terjadi inflasi sebesar 5,31 persen,” ujar Tasdik.

Berdasarkan data inflasi menurut pengeluaran, kelompok pengeluaran makanan minuman dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan tertinggi sebesar 2,03 persen.

“Pada Maret 2026, inflasi tahunan terutama didorong oleh kenaikan harga beberapa komoditas, seperti tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, dan sigaret kretek mesin (SKM),” katanya.

BPS memantau inflasi berdasarkan lima kabupaten/kota pemantauan, yakni Aceh Tengah, Meulaboh Aceh Barat, Aceh Tamiang, Banda Aceh, dan Lhokseumawe.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy