Korban Banjir Aceh Timur Butuh Tenda hingga Matras, 6 Kecamatan di Bener Meriah Masih Terkurung

Wagub Fadhlullah rapat penanganan bencana
Wagub Aceh Fadhlullah memimpin rapat penyaluran bantuan logistik untuk korban bencana, di Pos Pendamping Nasional Lanud SIM, Aceh Besar, Minggu, 14 Desember 2025. Foto: Humas Aceh

Banda Aceh – Plt. Kepala BPBD Aceh Timur, Afifullah, mengatakan kebutuhan mendesak saat ini bagi pengungsi korban banjir, mulai dari tenda ukuran 4×6 meter, tandon air, kelambu, hingga matras. Dia menyebut banyak warga yang terpaksa tidur di pinggir jalan akibat banjir.

Selain itu, Aceh Timur membutuhkan genset dan perangkat komunikasi satelit seperti Starlink agar kepala daerah dapat berkomunikasi dengan seluruh kecamatan terdampak.

Dia menyampaikan itu dalam rapat penanganan dampak banjir yang digelar Pemerintah Aceh di Pos Pendamping Nasional Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu, 14 Desember 2025.

Adapun Bupati Bener Meriah, Tagore Abu Bakar, melaporkan enam kecamatan di wilayahnya masih terkurung dan belum bisa dilewati jalur darat.

“Enam kecamatan masih terkurung. Bantuan hanya bisa masuk lewat udara. Tapi, kami masih kuat di sini,” ujar Tagore, dilansir laman Humas Pemerintah Aceh.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, diikuti secara virtual oleh para bupati dan wali kota dari daerah terdampak banjir di Aceh.

“Kita ingin permudah distribusi, terutama ke daerah dan pelosok yang belum menerima sembako,” tegas Fadhlullah.

Fadhlullah menyebut sejumlah wilayah membutuhkan percepatan distribusi bantuan. Di antaranya, Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Utara, serta wilayah pedalaman Aceh Timur.

Dia meminta masukan dari daerah agar ketersediaan logistik di Lhokseumawe bisa segera didorong ke wilayah-wilayah tersebut.

Fadhlullah menekankan agar tidak ada lagi bantuan yang ditumpuk. Pemerintah Aceh juga menyiagakan helikopter untuk menyalurkan bantuan melalui udara ke wilayah terisolasi.

Dia menegaskan tidak boleh ada warga yang luput dari bantuan, terutama di daerah yang terputus akses darat. “Masyarakat di wilayah terisolir jangan lagi ada yang tidak dapat bantuan,” ucap Fadhlullah.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy