Lhokseumawe – Banjir bandang dan longsor yang menghantam sejumlah wilayah di Aceh beberapa hari terakhir masih menyisakan duka mendalam bagi ribuan warga.
Di Lhokseumawe, sebanyak 140 warga asal Aceh Timur dan Bireuen kini harus menghadapi kenyataan pahit dengan mengungsi sementara di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe. Mereka saat ini sedang menunggu informasi terkait akses jalan pulang ke kampung halaman.
Para pengungsi itu terdiri dari berbagai kalangan, termasuk santri dari Dayah Blang Bladeh, Bireuen dan Aceh Timur, serta mahasiswa Akper Kesdam Lhokseumawe. Mereka tiba di Islamic Center sejak Sabtu, 29 November 2025, setelah tempat menuntut ilmu mereka luluh lantak diterjang banjir.
Wakil Ketua Satgas Pemko Lhokseumawe M. Maxalmina menjelaskan pihaknya telah berupaya memberikan bantuan semaksimal mungkin. Namun keterbatasan sumber daya menjadi kendala utama.
“Kami memberikan bantuan makanan seadanya, tetapi kebutuhan mendesak saat ini adalah pakaian, baju, celana, dan selimut. Banyak dari mereka hanya membawa pakaian yang melekat di badan saat mengungsi,” tutur Maxalmina kepada Line1.News, Minggu, 30 November 2025.
Selain itu, kata Maxalmina, para pengungsi juga sangat membutuhkan informasi terkait kondisi jalan dan jembatan yang menghubungkan ke kampung halaman mereka.
Satgas juga telah mendatangkan tim dari Dinas Kesehatan untuk memeriksa kondisi para pengungsi.
“Kami berharap ada uluran tangan dari para dermawan untuk dapat menyumbang pakaian bagi mereka.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy